Kendari – Universitas Mandala Waluya, khususnya Fakultas Manajemen, kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan penelitian berkualitas tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pada Rabu, 3 April 2026, kampus yang berlokasi di Kendari ini secara resmi meluncurkan sebuah proyek penelitian inovatif berjudul “Strategi Digitalisasi dan Manajemen Risiko UMKM di Era Ekonomi Digital: Studi Kasus pada Sektor Perdagangan dan Jasa di Sulawesi Tenggara.”
Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara tim dosen Fakultas Manajemen bersama puluhan mahasiswa tingkat akhir selama kurun waktu delapan bulan. Proyek penelitian yang didukung penuh oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Mandila Waluya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi digital di wilayah Sulawesi Tenggara, khususnya Kendari dan sekitarnya.
Ketua tim peneliti, Dr. Bambang Sutrisno, dosen senior Fakultas Manajemen dengan spesialisasi di bidang Manajemen Strategis, menjelaskan bahwa penelitian ini berangkat dari keprihatinan mendalam terhadap lambatnya adopsi teknologi digital oleh para pelaku UMKM di kawasan Sulawesi Tenggara. “Kami melihat bahwa meskipun teknologi digital sudah tersedia, namun tingkat penetrasi dan pemahaman UMKM lokal terhadap manfaat digitalisasi masih sangat rendah. Hal ini menjadi tantangan serius yang perlu ditangani dengan pendekatan ilmiah dan praktis,” ujar Dr. Bambang Sutrisno saat ditemui di Gedung Rektorat Universitas Mandala Waluya pada hari peluncuran penelitian.
Penelitian inovatif ini melibatkan berbagai disiplin ilmu dalam Fakultas Manajemen, mulai dari Program Studi Manajemen, Akuntansi, hingga Sistem Informasi. Tim peneliti melakukan survei mendalam terhadap lebih dari 350 unit UMKM yang tersebar di Kendari, Baubau, dan Kolaka. Metode penelitian menggabungkan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner terstruktur dan pendekatan kualitatif melalui focus group discussion (FGD) dengan stakeholder kunci, termasuk pemilik UMKM, pelaku fintech lokal, dan pemerintah daerah.
Motivasi dan Latar Belakang Penelitian
Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan Kendari sebagai ibukota, memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Namun, data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih belum optimal. Sebagian besar UMKM di kawasan ini masih menjalankan model bisnis konvensional tanpa memanfaatkan teknologi digital secara maksimal.
“Dari studi awal kami, ditemukan bahwa sekitar 72 persen UMKM di Sulawesi Tenggara belum memiliki akun media sosial bisnis yang dikelola secara profesional. Sementara itu, 85 persen dari mereka tidak memiliki sistem pencatatan keuangan digital yang terintegrasi. Padahal, infrastruktur internet sudah cukup memadai di kawasan ini,” jelas Ibu Dr. Siti Nurhaliza, Co-Ketua peneliti sekaligus dosen Manajemen Sumber Daya Manusia Fakultas Manajemen Universitas Mandala Waluya.
Data empiris semacam ini yang kemudian mendorong tim peneliti untuk menggali lebih dalam tentang akar permasalahan digitalisasi UMKM di Sulawesi Tenggara. Penelitian ini tidak hanya sekadar mengidentifikasi masalah, tetapi juga menawarkan solusi praktis dan blueprint implementasi yang dapat langsung diterapkan oleh para pelaku UMKM.
Metodologi dan Tahapan Penelitian
Penelitian ini dirancang dengan metodologi yang komprehensif dan bertahap. Fase pertama (Januari-Februari 2026) mencakup studi literatur mendalam dan pemetaan kondisi UMKM di lapangan. Fase kedua (Februari-Maret 2026) melibatkan pengumpulan data primer melalui survei dan FGD dengan berbagai segmen UMKM, mulai dari usaha kecil tradisional hingga usaha mikro yang sudah mencoba mengadopsi teknologi.
Fase ketiga yang tengah berlangsung adalah analisis data komprehensif yang melibatkan mahasiswa sebagai research assistant. Para mahasiswa ini diajarkan langsung tentang bagaimana menggunakan tools analisis data seperti SPSS, Atlas.ti, dan Python untuk memproses data penelitian. “Ini adalah pengalaman berharga bagi mahasiswa kami. Mereka tidak hanya belajar dari buku, tetapi terlibat langsung dalam penelitian yang real dan memberikan dampak sosial,” ungkap Ibu Dr. Siti Nurhaliza.
Fase keempat akan fokus pada formulasi rekomendasi kebijakan dan penulisan laporan akhir yang dijadwalkan selesai pada Juni 2026. Setelah itu, akan dilakukan disseminasi hasil penelitian melalui seminar nasional, publikasi di jurnal ilmiah terakreditasi, dan penerbitan buku referensi.
Melibatkan Mahasiswa sebagai Tulang Punggung Penelitian
Salah satu aspek paling menonjol dari penelitian ini adalah tingginya melibatan mahasiswa, khususnya mahasiswa tingkat akhir dari Fakultas Manajemen. Lebih dari 45 mahasiswa berperan sebagai research assistant, enumerator lapangan, dan analis data. Mereka bekerja di bawah bimbingan langsung dari dosen pembimbing mereka dengan sistem mentoring yang ketat dan terstruktur.
Salah seorang mahasiswa yang terlibat adalah Arif Rahman Hakim, mahasiswa semester 7 Program Studi Manajemen dengan fokus pada Manajemen Pemasaran Digital. “Ketika diberi kesempatan untuk bergabung dengan penelitian ini, saya langsung tertarik karena topiknya sangat relevan dengan minat saya. Selama berpartisipasi selama tiga bulan ini, saya telah belajar banyak tentang metodologi penelitian, cara berkomunikasi dengan responden di lapangan, dan bagaimana mengolah data dengan tools modern,” cerita Arif saat diwawancarai di Ruang Baca Lantai 2 Gedung Fakultas Manajemen.
Pengalaman Arif sejalan dengan tujuan Universitas Mandala Waluya untuk menciptakan ekosistem penelitian yang melibatkan mahasiswa secara aktif. Dekan Fakultas Manajemen, Dr. Irwan Wijaya, S.E., M.M., mengatakan bahwa hal ini merupakan bagian integral dari visi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya berpengetahuan tetapi juga memiliki pengalaman praktis penelitian ilmiah.
“Kami percaya bahwa penelitian adalah bagian penting dari proses pembelajaran di tingkat universitas. Dengan melibatkan mahasiswa dalam penelitian nyata seperti ini, mereka akan lebih siap ketika memasuki dunia kerja. Mereka telah memahami bagaimana mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, menganalisisnya, dan menarik kesimpulan yang bermakna,” jelas Dr. Irwan Wijaya dalam sambutan resminya saat acara peluncuran penelitian.
Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Tim peneliti memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap dampak penelitian ini, baik untuk akademis maupun masyarakat. Secara akademis, hasil penelitian akan disumbangkan kepada pengembangan ilmu manajemen, khususnya dalam bidang manajemen strategis, transformasi digital, dan entrepreneurship.
Dr. Bambang Sutrisno menekankan bahwa salah satu output yang paling ditunggu adalah sebuah “Digital Adoption Roadmap” yang dapat menjadi panduan bagi UMKM di Sulawesi Tenggara dalam merancang strategi digitalisasi mereka yang sesuai dengan kondisi lokal. “Roadmap ini bukan hanya berbentuk dokumen tebal yang tidak berguna, tetapi akan kami kemas dalam format yang user-friendly, misalnya dalam bentuk infografis, panduan step-by-step, dan bahkan aplikasi mobile yang dapat memandu UMKM dalam proses transformasi digital mereka,” tegas Dr. Bambang Sutrisno.
Rencana selanjutnya juga mencakup pelatihan langsung kepada para pelaku UMKM tentang bagaimana menerapkan rekomendasi dari penelitian ini. Universitas Mandala Waluya sudah menjalin kerjasama dengan dinas-dinas terkait dan asosiasi UMKM lokal untuk memastikan bahwa hasil penelitian dapat diimplementasikan dengan baik.
Sementara itu, dari aspek pengembangan kapabilitas lembaga, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan profile dan reputasi Universitas Mandala Waluya, khususnya Fakultas Manajemen, di tingkat nasional. Penelitian berkualitas tinggi adalah salah satu metrik penting dalam ranking universitas, baik ranking domestik maupun internasional.
Dukungan Institusional dan Kolaborasi Strategis
Kesuksesan penelitian ini juga tidak terlepas dari dukungan penuh dari institusi Universitas Mandala Waluya. Rektorat telah mengalokasikan dana signifikan dari sumber-sumber penelitian internal dan eksternal untuk memastikan penelitian ini berjalan dengan lancar tanpa hambatan finansial.
Selain itu, tim peneliti juga berkolaborasi dengan berbagai stakeholder eksternal. Kerja sama telah dijalin dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala Dinas Perindustrian Kota Kendari, serta beberapa lembaga fintech dan startup teknologi lokal yang bergerak di bidang solusi bisnis digital.
“Kolaborasi ini sangat penting karena mereka memberikan insight berharga tentang kebutuhan nyata UMKM dan juga membantu kami dalam validasi data di lapangan,” jelas Ibu Dr. Siti Nurhaliza.
Kesimpulan dan Harapan ke Depan
Peluncuran penelitian “Strategi Digitalisasi dan Manajemen Risiko UMKM di Era Ekonomi Digital” ini menandai komitmen Universitas Mandala Waluya untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat dan ekonomi Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara. Melalui penelitian ini, universitas tidak hanya menghasilkan knowledge, tetapi juga actionable insights yang dapat segera diimplementasikan.
Para stakeholder yang terlibat, dari dosen, mahasiswa, hingga pejabat pemerintah daerah, memiliki harapan yang sama: agar penelitian ini dapat membuka jalan bagi UMKM lokal untuk tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan di era digital ini.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang tinggi, tim peneliti Universitas Mandala Waluya siap memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan ekonomi dan pendidikan di Sulawesi Tenggara. Langkah ini menunjukkan bahwa universitas bukan hanya institusi pencetak sarjana, tetapi juga lembaga yang aktif menghasilkan solusi untuk tantangan nyata yang dihadapi masyarakat.
—
Penulis: [Nama Jurnalis Kampus]
Editor: [Nama Editor]
Tanggal: 3 April 2026