Kendari – Universitas Mandala Waluya, khususnya Fakultas Manajemen, kembali membuktikan dedikasi dan keunggulan akademiknya dalam menghasilkan lulusan berkualitas. Pencapaian terbaru datang dari tim mahasiswa yang berhasil meraih juara pertama dalam Kompetisi Rencana Bisnis Nasional (KRBN) 2026, sebuah kompetisi prestisius yang diikuti oleh lebih dari 200 universitas dari seluruh nusantara.
Tim yang terdiri dari empat mahasiswa Fakultas Manajemen, yaitu Dian Puspita Sari (semester 7, program studi Manajemen), Rendra Wijaya (semester 7, program studi Akuntansi), Aisha Nurhaliza (semester 5, program studi Manajemen), dan Bayu Sutrisno (semester 6, program studi Administrasi Bisnis), berhasil mengalahkan ribuan pesaing dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Prestasi ini dicapai melalui dedikasi, inovasi, dan kerja keras selama enam bulan persiapan.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dewan Rektor Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini menguji kemampuan mahasiswa dalam merancang proposal bisnis yang inovatif, feasible, dan memiliki dampak sosial ekonomi yang signifikan. Para peserta harus mempresentasikan gagasan bisnis mereka di hadapan panel juri yang terdiri dari praktisi bisnis, akademisi, dan investor terkemuka dari berbagai sektor industri.
Inovasi Produk yang Mengubah Permainan
Ide brilian yang membawa tim Mandala Waluya ke puncak kompetisi adalah rancangan bisnis dalam bidang agribisnis berkelanjutan bernama “EcoFarm Solutions.” Konsep ini menggabungkan teknologi Internet of Things (IoT), pertanian organik, dan sistem pemasaran digital untuk memberdayakan petani kecil menengah di daerah tertinggal, termasuk di kawasan Sulawesi Tenggara.
Menurut proposal yang diajukan, EcoFarm Solutions menawarkan paket lengkap berupa sensor pintar untuk monitoring kondisi lahan, aplikasi mobile untuk manajemen pertanian, pelatihan teknis, hingga akses pasar melalui platform e-commerce terintegrasi. Model bisnis ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian hingga 40 persen sambil mengurangi penggunaan pestisida kimia berbahaya.
“Kami memilih topik ini karena relevansinya dengan kondisi lokal Kendari dan sekitarnya. Banyak petani yang masih menggunakan metode tradisional dan kesulitan mengakses pasar. Kami percaya teknologi bisa menjadi jembatan yang menghubungkan mereka dengan peluang yang lebih besar,” ujar Dian Puspita Sari, ketua tim, dalam wawancara eksklusif di kantor Fakultas Manajemen Universitas Mandala Waluya pada Selasa, 17 April 2026.
Rendra Wijaya, yang bertanggung jawab atas aspek finansial proposal, menambahkan bahwa mereka telah melakukan riset pasar yang mendalam selama lima bulan. “Kami melakukan survei ke 150 petani, menganalisis potensi pasar senilai 2,3 triliun rupiah, dan merancang proyeksi finansial dengan detail yang sangat teliti. Break even point ditargetkan dapat dicapai dalam 18 bulan pertama operasional dengan ROI 35 persen per tahun,” jelasnya dengan antusias.
Perjalanan Panjang Menuju Juara
Perjalanan menuju penghargaan nasional ini bukan tanpa tantangan. Tim mulai mempersiapkan diri sejak November 2025, ketika pengumuman pendaftaran KRBN 2026 dibuka. Mereka mengikuti lokakarya intensif yang diselenggarakan oleh Fakultas Manajemen, berkonsultasi dengan dosen pembimbing, dan melakukan riset lapangan berkali-kali.
Aisha Nurhaliza, yang menangani aspek pemasaran dan operasional, mengungkapkan kesulitan yang dihadapi tim. “Kami hampir putus asa di fase seleksi awal. Proposal pertama kami tidak lolos karena kurang detail dalam analisis kompetitor. Namun, atas bimbingan Ibu Dr. Siti Hadijah sebagai dosen pembimbing, kami memperbaiki setiap aspek dan akhirnya lolos ke babak semifinal pada Februari 2026,” ceritanya.
Babak semifinal diadakan secara online dengan mempresentasikan proposal kepada tim juri regional di Jakarta. Tim Mandala Waluya berhasil masuk sebagai satu dari 20 finalis nasional. Kemudian, pada 10-12 April 2026, mereka tampil di grand final yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center dengan melakukan presentasi langsung selama 15 menit dan sesi tanya jawab dengan panel juri.
“Ketika nama kami dipanggil sebagai juara pertama, kami sangat senang dan terharu. Semua perjuangan, siang malam belajar, riset lapangan yang melelahkan, semua itu terbayar dengan pengumuman hasil itu,” ujar Bayu Sutrisno, yang menangani aspek manajemen sumber daya manusia dan keberlanjutan lingkungan proposal.
Dukungan Penuh dari Institusi
Pencapaian gemilang ini tidak terlepas dari dukungan penuh Universitas Mandala Waluya dan Fakultas Manajemen secara khusus. Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.Si., Dekan Fakultas Manajemen, menyatakan bangga atas prestasi mahasiswa tersebut.
“Ini adalah bukti nyata bahwa Universitas Mandala Waluya memiliki mahasiswa dengan kualitas akademik dan kreativitas yang tinggi. Kami sangat mendukung setiap inisiatif mahasiswa untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional maupun internasional, karena hal ini merupakan bagian dari proses pembelajaran eksperiensial yang sangat berharga,” ujar Dr. Bambang dalam pernyataan resmi yang diberikan pada 17 April 2026.
Dia menambahkan bahwa prestasi ini akan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan nasional. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Fakultas Manajemen sehingga dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teoritis, tetapi juga mampu menciptakan solusi nyata untuk permasalahan sosial dan ekonomi,” lanjutnya.
Sementara itu, Dr. Siti Hadijah, M.M., dosen pembimbing yang telah memandu tim dari awal hingga akhir, juga mengapresiasi kerja keras mahasiswanya. “Saya bangga dengan dedikasi mereka. Mereka tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki semangat untuk membuat perubahan positif. Proposal EcoFarm Solutions memiliki potensi nyata untuk diimplementasikan, dan saya percaya mereka akan melanjutkan misi ini setelah lulus nanti,” ungkapnya.
Dampak dan Rencana Pengembangan
Peraihan juara ini memiliki dampak signifikan tidak hanya bagi mahasiswa pemenang, tetapi juga bagi Universitas Mandala Waluya dan Fakultas Manajemen secara umum. Prestasi ini meningkatkan reputasi institusi di tingkat nasional dan membuktikan relevansi kurikulum yang diterapkan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Universitas Mandala Waluya telah mengumumkan akan memberikan penghargaan uang tunai sebesar Rp 25 juta kepada tim pemenang, serta kesempatan untuk mempresentasikan hasil riset mereka di berbagai seminar akademik. Selain itu, universitas juga berkomitmen untuk memfasilitasi pengembangan lebih lanjut dari konsep bisnis EcoFarm Solutions, termasuk melalui program inkubasi bisnis yang tersedia di Pusat Kewirausahaan Universitas Mandala Waluya.
“Kami sedang mempertimbangkan untuk mendukung tim dalam mengembangkan prototipe dan business plan yang lebih detail, dengan harapan mereka dapat melanjutkan ide ini menjadi startup yang nyata setelah lulus dari universitas,” kata Dr. Bambang Suryanto.
Tim mahasiswa pemenang juga mengungkapkan rencana mereka ke depan. “Kami ingin terus mengembangkan konsep EcoFarm Solutions ini. Setelah lulus, kami berencana membentuk sebuah startup dan mencoba mengimplementasikan ide ini di lapangan. Target kami adalah dapat membantu minimal 500 petani dalam tiga tahun pertama operasional,” ungkap Dian Puspita Sari dengan determinasi yang kuat.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Prestasi tim Universitas Mandala Waluya menjadi inspirasi bagi ribuan mahasiswa lainnya di berbagai kampus untuk terus berinovasi dan tidak takut bermimpi besar. Dalam era digital dan globalisasi ini, kemampuan berpikir kreatif, berkolaborasi, dan menyelesaikan masalah menjadi keterampilan yang sangat dicari oleh industri.
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. H. Farid Amrulloh, M.Sc., pada kesempatan lain juga memuji pencapaian mahasiswa ini. Menurut beliau, prestasi seperti ini menunjukkan bahwa Universitas Mandala Waluya sedang menjalankan visi dan misinya dengan baik, yaitu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademis yang kuat, tetapi juga kemampuan untuk berinovasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Penutup
Juara Kompetisi Rencana Bisnis Nasional 2026 yang diraih oleh tim mahasiswa Fakultas Manajemen Universitas Mandala Waluya adalah bukti nyata bahwa institusi pendidikan di kawasan timur Indonesia mampu bersaing dengan universitas-universitas terkemuka di Jawa. Lebih dari sekadar penghargaan, prestasi ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengubah ide-ide cemerlang mereka menjadi kenyataan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Ke depannya, diharapkan tim ini dapat terus mengembangkan konsep EcoFarm Solutions dan menjadi contoh bagi generasi muda lainnya bahwa inovasi dan dedikasi adalah kunci untuk mencapai kesuksesan. Universitas Mandala Waluya juga diharapkan dapat terus menjadi katalis bagi lahirnya ide-ide brilian dan entrepreneur muda yang mampu membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara.
—
Wordcount: 1.847 kata