KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Manajemen Universitas Mandala Waluya (UNIMANDU) resmi meluncurkan program unggulan “MANDU Startup Accelerator” pada Sabtu, 19 April 2026, di Aula Utama Gedung Rektorat UNIMANDU Kendari. Program ini dirancang untuk memberdayakan mahasiswa dalam mengembangkan ide bisnis mereka menjadi startup yang viable dan siap berkompetisi di pasar digital.
Peluncuran program yang dinamis ini menghadirkan ratusan peserta, meliputi mahasiswa dari berbagai angkatan, dosen pembimbing, praktisi bisnis, serta investor muda dari kawasan Sulawesi Tenggara. Antusiasme peserta terlihat dari keterbatasan tempat duduk di aula yang harus ditambah dengan penempatan peserta di ruang multimedia bersebelahan untuk mengikuti acara secara live streaming.
Latar Belakang Program dan Visi BEM
Program MANDU Startup Accelerator lahir dari hasil survei internal yang dilakukan BEM Fakultas Manajemen selama enam bulan terakhir. Survei melibatkan lebih dari 800 mahasiswa dari tingkat pertama hingga akhir, mengungkapkan bahwa 72 persen mahasiswa memiliki ide bisnis namun hanya 8 persen yang berani merealisasikannya. Hambatan utama yang diidentifikasi adalah keterbatasan pengetahuan tentang startup ecosystem, akses terhadap mentor bisnis, dan kesulitan dalam pendanaan awal (seed funding).
“Kami melihat potensi luar biasa dalam kalangan mahasiswa Fakultas Manajemen UNIMANDU. Banyak dari mereka memiliki ide-ide cemerlang dan energi tinggi, tetapi mereka membutuhkan wadah yang tepat untuk mengakselerasi ide tersebut menjadi bisnis nyata,” ujar Reza Pratama, Ketua BEM Fakultas Manajemen UNIMANDU, dalam sambutannya di acara peluncuran.
Reza melanjutkan bahwa visi utama program ini adalah menciptakan ekosistem entrepreneur yang sehat di lingkungan kampus, sekaligus berkontribusi pada pembangunan ekonomi digital Sulawesi Tenggara. “Target kami adalah mengakselerasi 50 startup dalam tahun pertama operasional. Kami percaya bahwa generasi muda seperti kita memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menjadi job seeker, tetapi job creator,” tambahnya dengan penuh semangat.
Struktur dan Metodologi Program
MANDU Startup Accelerator dirancang dalam format kuartal, artinya setiap tiga bulan akan diadakan gelombang akselerasi baru dengan target 12-15 startup per gelombang. Program ini mencakup tiga fase utama, yakni Ideation and Validation (bulan pertama), Business Model Development (bulan kedua), dan Market Launch Preparation (bulan ketiga).
Dalam fase Ideation and Validation, mahasiswa diminta untuk mengembangkan business model canvas, melakukan riset pasar sederhana, dan memvalidasi asumsi bisnis mereka melalui customer discovery interviews. Fase kedua, Business Model Development, fokus pada refinement produk atau layanan, strategi pricing, dan financial projections yang realistis. Sementara fase ketiga, Market Launch Preparation, mempersiapkan startup untuk go-to-market dengan strategi marketing yang terukur.
Menariknya, setiap startup yang masuk program akan mendapatkan mentoring dari tiga mentor berbeda: satu mentor dari kalangan dosen Fakultas Manajemen yang memahami aspek akademik dan teoritis, satu mentor dari praktisi bisnis sukses di Kendari dan sekitarnya, dan satu mentor dari digital ecosystem yang memahami tren teknologi terkini.
“Kombinasi ini penting karena startup membutuhkan fondasi teoritis yang kuat, pengalaman praktis, dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi,” jelas Dr. Hartono Wijaya, Dekan Fakultas Manajemen UNIMANDU, dalam kesempatan yang sama.
Dukungan Pemimpin Kampus dan Institusi
Peluncuran program ini juga menandai komitmen institusional UNIMANDU dalam mendorong entrepreneurship di kalangan mahasiswa. Rektor UNIMANDU, Prof. Dr. Bambang Sutrisno, dalam pesan tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, menyatakan bahwa program seperti ini sejalan dengan visi besar universitas untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa entrepreneur dan inovator.
“Universitas Mandala Waluya berkomitmen untuk menjadi incubator ide-ide cemerlang dari para mahasiswanya. Program MANDU Startup Accelerator adalah bukti nyata dari komitmen ini. Kami telah mengalokasikan dana khusus dalam APBU tahun ini untuk mendukung program-program inisiatif mahasiswa seperti ini,” kata Prof. Bambang Sutrisno melalui pesan resminya.
Lebih lanjut, Dr. Hartono Wijaya menambahkan bahwa Fakultas Manajemen juga akan memberikan dukungan akademis dalam bentuk mata kuliah pilihan yang relevan dengan startup ecosystem, seperti “Lean Startup Methodology” dan “Digital Marketing for Startups”. “Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa yang mengikuti program ini mendapatkan dukungan holistik, baik dari sisi ekstrakurikuler maupun akademik,” katanya.
Ekosistem Pendukung dan Investor
Program ini juga dihadiri oleh beberapa investor mikro dan venture capitalist dari kawasan Indonesia Timur yang tertarik dengan potensi startup dari Kendari. Salah satunya adalah Siti Nurhaliza, seorang investor angel dan founder dari “Southeast Asia Venture Fund”, yang secara khusus hadir untuk melihat potensi startup lokal.
“Saya sangat terkesan dengan antusiasme mahasiswa di sini. Kendari memiliki potensi pasar yang besar, terutama dalam sektor e-commerce lokal, agritech, dan tour and travel technology. Saya lihat ada banyak opportunity yang belum tergali di sini,” ucap Siti Nurhaliza dalam sesi tanya jawab interaktif.
Selain itu, BEM juga berhasil menjalin kemitraan strategis dengan beberapa platform digital dan business center lokal. Kemitraan ini akan memberikan akses gratis kepada startup akselerasi untuk menggunakan fasilitas co-working space, tools digital, dan networking opportunities.
“Kami memfasilitasi akses mahasiswa ke Kendari Hub, sebuah komunitas bisnis digital lokal yang sudah established. Ini adalah nilai tambah besar karena startup akan langsung terhubung dengan ecosystem bisnis nyata, bukan hanya di lingkungan kampus,” jelas Reza Pratama.
Program Pendamping dan Nilai Kompetisi
Sebagai insentif, setiap startup yang berhasil menyelesaikan akselerasi berkesempatan mendapatkan seed funding dari program ini. Total alokasi dana untuk tahun pertama adalah 500 juta rupiah, yang akan dibagi rata kepada startup-startup terbaik yang memenuhi kriteria pendanaan. Startup dengan proposal paling kompetitif berpotensi mendapatkan hingga 50 juta rupiah sebagai modal awal.
Selain financial support, BEM juga mengadakan Demo Day setiap akhir gelombang, yakni acara pitch competition di mana startup-startup akselerasi mempresentasikan bisnis mereka di hadapan investor, media, dan stakeholder penting lainnya. Demo Day ini menjadi momentum krusial untuk mendapatkan visibility dan potential follow-up funding atau partnership opportunities.
“Demo Day bukan hanya tentang mendapatkan investor, tetapi lebih tentang pembelajaran dan validasi. Startup akan mendapatkan feedback langsung dari para ahli, media exposure, dan kesempatan networking yang valuable,” ujar Reza mengenai mekanisme Demo Day.
Dampak Terhadap Ekosistem Kampus dan Lokal
Kehadiran MANDU Startup Accelerator diproyeksikan akan membawa dampak signifikan pada ekosistem kampus UNIMANDU. Pertama, program ini akan meningkatkan engagement mahasiswa di luar kurikulum akademik formal. Kedua, akan menciptakan kultur entrepreneurship yang kuat di kalangan mahasiswa dan mencegah brain drain karena mahasiswa akan memiliki opportunity untuk membangun karir di daerahnya sendiri.
Ketiga, dari perspektif lokal, startup-startup yang berasal dari program ini diharapkan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital Kendari dan Sulawesi Tenggara secara umum. Banyak startup-startup yang potensial untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan eksport digital dari wilayah ini.
Dr. Hartono Wijaya optimis bahwa dalam tiga tahun ke depan, akan ada minimal 100-150 startup yang telah melalui akselerasi dengan tingkat kesuksesan operasional (masih aktif beroperasi) mencapai 60-70 persen. “Itu sudah merupakan success rate yang sangat baik untuk startup ecosystem baru,” katanya.
Testimoni Peserta dan Antusiasme Mahasiswa
Dalam acara peluncuran, beberapa mahasiswa yang telah mendaftar sebagai early participant program juga berbagi pengalaman dan ekspektasi mereka. Sinta Wijaya, mahasiswa semester 6 Fakultas Manajemen dengan ide bisnis di bidang sustainable fashion, mengungkapkan kegembiraannya.
“Saya sudah lama punya ide untuk membuat online store yang menjual fashion dari bahan-bahan ramah lingkungan dan mendukung craftspeople lokal. Tapi saya merasa sendirian dan tidak tahu ke arah mana. Program ini datang di waktu yang sempurna. Saya harap dengan mentoring yang tepat, bisnis saya bisa launch dalam enam bulan ke depan,” tutur Sinta dengan antusiasme.
Sementara itu, Adi Hermawan, mahasiswa tingkat akhir dengan ide aplikasi mobile untuk manajemen inventori restoran, juga bersemangat. “Saya sudah buat MVP (Minimum Viable Product) sederhana, tapi butuh guidance untuk scale up dan go-to-market. Saya percaya program ini adalah missing piece yang saya butuhkan,” katanya.
Penutup dan Proyeksi Masa Depan
Program MANDU Startup Accelerator yang diluncurkan pada 19 April 2026 ini menandai tonggak penting dalam perjalanan Universitas Mandala Waluya menuju institution yang tidak hanya menghasilkan akademisi atau pegawai, tetapi juga entrepreneur dan innovator. Komitmen BEM Fakultas Manajemen, didukung penuh oleh pimpinan kampus dan stakeholder eksternal, menciptakan momentum yang kuat untuk memberdayakan mahasiswa dalam mengambil peran aktif dalam pembangunan ekonomi lokal.
Dengan target 50 startup dalam setahun pertama, dukungan mentoring yang komprehensif, akses ke investor, dan fasilitas co-working, program ini memiliki potensi besar untuk menjadi role model bagi program akselerator mahasiswa di kampus-kampus lain di Indonesia Timur.
“Kami mengundang semua mahasiswa Fakultas Manajemen, bahkan lintas fakultas, untuk bergabung. Tidak perlu ide yang sempurna, yang penting adalah kemauan untuk belajar, beradaptasi, dan action. Kami di BEM percaya bahwa entrepreneur itu bisa dipelajari dan dikembangkan,” tutup Reza Pratama dengan ajakan yang inspiratif.
Pendaftaran untuk gelombang pertama MANDU Startup Accelerator sudah dibuka dan akan ditutup pada 10 Mei 2026. Setiap peserta wajib mengumpulkan business model canvas, ringkasan eksekutif, dan video pitch singkat selama maksimal 3 menit. Informasi lengkap dapat diakses melalui website resmi BEM Fakultas Manajemen atau media sosial @bemmanajemenunimandu.