Kendari – Universitas Mandala Waluya (UMW), khususnya melalui Fakultas Manajemen, telah memasuki fase baru dalam pengembangan akademik dengan menjalin kerjasama strategis yang komprehensif bersama sejumlah perusahaan multinasional dan industri lokal terkemuka. Langkah ini diambil sebagai respons nyata terhadap kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang dan dinamis di era digital.
Kerjasama yang diinisiasikan sejak Januari 2026 lalu melibatkan lebih dari 15 perusahaan besar, termasuk PT Pertamina (Persero), Bank Mandiri Indonesia, PT Indonesia Power, serta beberapa perusahaan teknologi dan keuangan yang beroperasi di wilayah Sulawesi Tenggara dan nasional. Kolaborasi ini mencakup berbagai aspek akademik mulai dari pengembangan kurikulum, magang bersertifikat, hingga penelitian terapan yang relevan dengan industri.
Fondasi Kerjasama yang Kuat
Keputusan Universitas Mandala Waluya untuk memperdalam hubungan dengan dunia industri berangkat dari kesadaran akan adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan praktis dunia kerja. Fakultas Manajemen UMW, sebagai salah satu unit akademik terbesar dengan sekitar 3.500 mahasiswa aktif, menjadi pelopor dalam inisiatif ini.
“Kami menyadari bahwa pendidikan tinggi tidak hanya tentang transfer pengetahuan teoritis, tetapi juga tentang mempersiapkan mahasiswa kami agar siap terjun ke dunia kerja dengan keterampilan praktis yang relevan. Itulah mengapa kami mengambil langkah strategis untuk berkolaborasi langsung dengan industri,” ujar Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.Sc., Dekan Fakultas Manajemen UMW, dalam wawancara eksklusif pada Selasa, 22 April 2026.
Menurut Sutrisno, kerjasama ini telah dirumuskan melalui serangkaian dialog intensif dengan para pemimpin industri selama enam bulan terakhir. Hasil dari diskusi mendalam tersebut adalah terbentuknya sebuah kerangka kerja yang menguntungkan semua pihak, baik universitas, mahasiswa, maupun industri.
Program-Program Unggulan dalam Kerjasama
Salah satu pilar utama dari kerjasama ini adalah program magang industri yang terstruktur dan terintegrasi. Berbeda dengan sistem magang konvensional, program ini melibatkan penempatan mahasiswa di departemen-departemen strategis dengan mentor khusus dan kurikulum pembelajaran yang jelas.
“Setiap mahasiswa yang mengikuti program ini akan mendapatkan pengalaman langsung bekerja pada proyek nyata yang sedang berjalan di perusahaan mitra. Mereka bukan hanya mengobservasi, tetapi aktif berkontribusi pada keputusan bisnis dan operasional,” jelas Dr. Dewi Susilowati, Ph.D., Ketua Program Studi Manajemen UMW.
Program magang ini dirancang untuk berlangsung selama dua semester penuh dengan beban 20 satuan kredit semester (SKS), yang setara dengan pembelajaran di kampus. Mahasiswa akan mendapatkan bimbingan dari dosen pembimbing UMW sekaligus mentor profesional dari perusahaan.
Hingga saat ini, sebanyak 127 mahasiswa dari Fakultas Manajemen telah ditempatkan di perusahaan mitra untuk gelombang pertama program ini. Penempatan tersebar di berbagai divisi, mulai dari manajemen sumber daya manusia, pemasaran, keuangan, operasional, hingga riset dan pengembangan.
Selain program magang, kerjasama ini juga mencakup pengembangan kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan industri. Tim kurikulum Fakultas Manajemen bekerja bersama dengan praktisi industri untuk memastikan setiap mata kuliah tetap relevan dan sesuai dengan standar internasional.
“Kami telah menginventarisasi sejumlah soft skills dan hard skills yang menjadi kebutuhan kritis di industri saat ini. Hasil inventarisasi ini menjadi masukan berharga bagi pengembangan kurikulum kami,” kata Dr. Susilowati.
Perspektif dari Pihak Industri
Keseriusan kerjasama ini juga tercermin dari komitmen yang diberikan oleh para pemimpin industri. Budi Hartono, selaku Regional Manager PT Pertamina untuk kawasan Sulawesi Tenggara, menyatakan optimisme tinggi terhadap kemitraan ini.
“PT Pertamina percaya bahwa investasi pada sumber daya manusia muda adalah investasi jangka panjang yang sangat strategis. Dengan berkolaborasi dengan UMW, kami tidak hanya mendapatkan talenta segar, tetapi juga berkesempatan untuk membentuk lulusan yang sudah memahami kultur dan operasional perusahaan kami,” ungkapnya dalam acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 15 April 2026.
Sementara itu, Iwan Setiawan, Direktur Divisi Sumber Daya Manusia Bank Mandiri Indonesia cabang Kendari, menambahkan bahwa program ini membuka peluang bagi bank untuk mengidentifikasi calon pegawai terbaik lebih awal.
“Sistem magang yang terstruktur seperti ini memungkinkan kami untuk mengenal karakter, kemampuan, dan potensi pengembangan setiap kandidat secara mendalam. Harapannya, ketika mereka lulus nanti, mereka sudah terbiasa dengan lingkungan dan sistem kerja kami,” jelas Setiawan.
Peran Aktif Mahasiswa dan Respons Positif
Respons mahasiswa terhadap program kerjasama ini sangat antusias. Raka Wijaya, mahasiswa semester enam Program Studi Manajemen yang ditempatkan di divisi operasional PT Indonesia Power, berbagi pengalaman positifnya.
“Saya menganggap program ini sebagai kelas praktik terbaik yang bisa saya dapatkan. Teori-teori yang saya pelajari di kampus langsung bisa saya aplikasikan di sini. Bahkan, saya menemukan bahwa beberapa teori memang sangat relevan, sementara beberapa situasi nyata membutuhkan pendekatan yang lebih kontekstual,” cerita Raka dengan antusias.
Senada dengan itu, Siti Nurhaliza, mahasiswa yang sedang magang di divisi pemasaran Bank Mandiri, merasakan pengalaman yang sangat berharga.
“Ketika saya masuk pertama kali, saya cukup gugup. Namun, mentor saya sangat supportif dan terstruktur dalam memberikan tugas. Saya bahkan terlibat dalam kampanye pemasaran digital yang sesungguhnya. Pengalaman ini membuat saya merasa lebih percaya diri menghadapi dunia kerja sebenarnya,” ungkapnya.
Dampak Terhadap Employability dan Karir Lulusan
Data awal menunjukkan bahwa program kerjasama ini memberikan dampak signifikan terhadap employability lulusan. Dari 87 mahasiswa yang telah menyelesaikan magang di gelombang pertama tahun akademik 2025/2026, sebanyak 64 persen telah menerima penawaran kerja dari perusahaan tempat mereka magang.
“Angka ini jauh di atas rata-rata nasional. Biasanya, hanya sekitar 35-40 persen lulusan manajemen di universitas lain langsung mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Pencapaian ini membuktikan bahwa strategi kami efektif,” kata Dr. Sutrisno dengan bangga.
Lebih dari itu, rata-rata gaji awal yang ditawarkan kepada lulusan yang langsung diterima bekerja melalui program ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan yang memasuki pasar kerja melalui jalur konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman praktis dan networking yang didapatkan selama magang memberikan nilai tambah yang signifikan.
Rencana Pengembangan ke Depan
Universitas Mandala Waluya tidak berhenti di sini. Dalam roadmap yang telah disusun, UMW merencanakan ekspansi program kerjasama ini tidak hanya ke fakultas lain, tetapi juga ke sektor industri yang lebih beragam.
“Kami sedang dalam proses negosiasi dengan sektor pariwisata, pertanian modern, teknologi informasi, dan sektor kreatif. Target kami adalah memiliki minimal 20 perusahaan mitra pada akhir tahun 2026,” tutur Dr. Sutrisno.
Selain itu, universitas juga sedang mengembangkan program penelitian terapan bersama industri. Program ini akan melibatkan dosen dan mahasiswa dalam melakukan riset yang langsung aplikatif untuk memecahkan masalah bisnis yang dihadapi perusahaan mitra.
“Research and development adalah bagian penting dari komitmen industri untuk terus berkembang. Dengan melibatkan akademisi, kami bisa mendapatkan perspektif baru dan metodologi yang rigor dalam mengatasi tantangan bisnis,” kata Budi Hartono dari Pertamina.
Implikasi Positif bagi Ekosistem Pendidikan Tinggi Kendari
Kerjasama strategis ini juga memiliki implikasi lebih luas bagi ekosistem pendidikan tinggi di Kendari dan Sulawesi Tenggara secara umum. Kehadiran universitas yang terhubung erat dengan industri menciptakan ekosistem akademik-industri yang sehat dan saling mendukung pertumbuhan.
“Ini adalah tren positif yang kami lihat di universitas-universitas terkemuka di dunia. Sinergi antara akademia dan industri menciptakan inovasi yang berkelanjutan dan pengembangan talenta yang optimal,” kata Prof. Dr. H. Achmad Sofian, M.Si., Rektor UMW, dalam sambutan resmi acara penandatanganan MoU.
Rektor UMW juga menekankan bahwa komitmen ini sejalan dengan misi universitas untuk menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat.
Kesimpulan
Kerjasama antara Universitas Mandala Waluya, khususnya Fakultas Manajemen, dengan berbagai perusahaan industri merupakan langkah strategis yang menunjukkan komitmen nyata dalam menghasilkan lulusan yang profesional dan siap kerja. Program-program yang telah dirancang, mulai dari magang terstruktur hingga pengembangan kurikulum bersama, memberikan bukti konkret tentang dedikasi UMW dalam menutup kesenjangan antara teori akademis dan praktik industri.
Dengan tingkat penempatan yang mencapai 64 persen dan gaji awal yang kompetitif, program ini telah membuktikan relevansinya. Seiring dengan rencana pengembangan ke depan yang ambisius, Universitas Mandala Waluya diproyeksikan akan terus meningkatkan kontribusinya dalam menyiapkan talenta terbaik untuk industri Indonesia.
Momentum ini juga menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan tinggi lain untuk membangun kolaborasi serupa, sehingga tercipta sinergi yang lebih kuat antara dunia akademis dan industri dalam mengembangkan sumber daya manusia berkualitas tinggi untuk masa depan yang lebih cerah.
—
Penulis: Tim Redaksi Kampus
Tanggal Publikasi: 23 April 2026
Sumber: Wawancara langsung dengan pejabat kampus dan industri, dokumentasi resmi Universitas Mandala Waluya