KENDARI — Universitas Mandala Waluya, khususnya melalui Fakultas Manajemen, menyelenggarakan rangkaian kegiatan akademik yang komprehensif meliputi seminar, webinar, dan kuliah umum bertajuk “Transformasi Digital dan Inovasi Manajemen Bisnis di Era Society 5.0” pada tanggal 7-9 April 2026. Acara yang melibatkan lebih dari 500 peserta dari berbagai institusi pendidikan dan dunia industri ini menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan wawasan terkini kepada mahasiswa dan praktisi manajemen.
Pelaksanaan acara yang dimulai Senin pagi, 7 April 2026, ini menandai momentum penting bagi institusi pendidikan tertua di Sulawesi Tenggara. Dengan tema yang relevan dengan kondisi industri nasional saat ini, Universitas Mandila Waluya memposisikan dirinya sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja global.
### Latar Belakang dan Visi Kampus
Dalam era transformasi digital yang semakin mempercepat, dunia bisnis Indonesia menghadapi tantangan dan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya. Teknologi cloud computing, artificial intelligence, big data analytics, dan Internet of Things (IoT) telah mengubah cara perusahaan beroperasi dan berstrategi. Mengakui perubahan paradigma ini, Universitas Mandala Waluya melalui Fakultas Manajemen merasa bertanggung jawab untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan dinamika industri terkini.
“Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya tentang transfer pengetahuan teori semata, tetapi juga tentang persiapan mahasiswa untuk menghadapi realitas dunia kerja yang kompleks dan dinamis,” demikian dinyatakan dalam pembukaan resmi acara oleh Dekan Fakultas Manajemen Universitas Mandala Waluya, Dr. Siti Nurhaliza, S.E., M.M., pada Senin pagi, 7 April 2026.
Dekan Nurhaliza menambahkan bahwa seminar dan webinar ini dirancang sebagai jembatan antara teori akademik dan praktik industri. Dengan menghadirkan pembicara dari berbagai sektor—mulai dari startup teknologi, korporasi multinasional, hingga lembaga konsultan manajemen terkemuka—Universitas Mandala Waluya berusaha memberikan perspektif holistik kepada peserta mengenai penerapan transformasi digital dalam konteks manajemen bisnis.
### Rangkaian Acara dan Pembicara Utama
Seminar tiga hari ini diselenggarakan di Aula Besar Kampus Kendari dengan melibatkan berbagai format presentasi. Hari pertama (7 April) difokuskan pada pemberian pemahaman fundamental tentang transformasi digital dan dampaknya terhadap model bisnis tradisional. Pembicara utama adalah Dr. Bambang Sutrisno, Ph.D., seorang pakar manajemen digital dari Universitas Indonesia yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang transformasi organisasi.
Dalam presentasinya yang berjudul “Paradigma Baru dalam Manajemen di Era Digital: Dari Hierarki ke Ekosistem”, Dr. Bambang menguraikan bagaimana perusahaan-perusahaan terkemuka di dunia telah mengubah struktur organisasi mereka untuk menjadi lebih agile dan responsif. “Transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang mengubah mindset dan budaya organisasi. Perusahaan seperti Netflix dan Spotify telah membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, bisnis tradisional dapat berevolusi dan tetap relevan di era digital,” ujar Dr. Bambang dalam sesi pembukaan.
Pada hari kedua (8 April), acara berlanjut dengan sesi webinar interaktif yang menampilkan empat pembicara dari sektor industri yang berbeda. Pembicara pertama adalah Ibu Eka Wijayanti, Chief Digital Officer dari PT Maju Jaya Indonesia, sebuah perusahaan manufaktur terkemuka di Sulawesi Tenggara. Ibu Eka membahas strategi digitalisasi dalam industri manufaktur dengan studi kasus implementasi IoT dan predictive maintenance di pabrik-pabrik mereka.
“Ketika kami memulai transformasi digital lima tahun lalu, banyak yang meragukan ROI-nya. Namun, sekarang kami dapat membuktikan bahwa investasi dalam teknologi digital telah meningkatkan efisiensi produksi kami sebesar 35 persen dan mengurangi downtime mesin sebesar 40 persen,” jelas Ibu Eka dengan penuh antusiasme kepada ratusan peserta yang hadir, termasuk mahasiswa Fakultas Manajemen yang mencatat setiap poin penting.
Pembicara kedua pada hari yang sama adalah Mas Riko Prayogo, Co-founder dan Chief Executive Officer dari TechStart Sulawesi, sebuah inkubator startup yang telah melahirkan lebih dari 30 startup teknologi di kawasan Sulawesi Tenggara dan Timur. Mas Riko berbagi pengalaman tentang bagaimana startup teknologi memanfaatkan transformasi digital sebagai keunggulan kompetitif mereka dan bagaimana mereka berkontribusi dalam ekosistem bisnis yang lebih luas.
“Kami melihat bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi yang luar biasa dalam menciptakan solusi teknologi inovatif. Namun, mereka juga harus memiliki pemahaman yang kuat tentang manajemen bisnis, financial literacy, dan customer relationship management. Seminar seperti ini sangat penting untuk membangun entrepreneur yang tidak hanya teknis tetapi juga memiliki wawasan bisnis yang matang,” ungkap Mas Riko dalam presentasinya.
Sesi hari kedua juga menampilkan Dr. Harini Setiawan, seorang konsultan manajemen dari firma McKinsey & Company yang berbasis di Jakarta. Dr. Harini menyajikan hasil riset tentang “Digital Maturity Assessment” pada perusahaan-perusahaan Indonesia dan memberikan framework praktis untuk mengukur dan meningkatkan tingkat kematangan digital organisasi.
### Interaksi Akademis dan Kuliah Umum
Pada hari ketiga (9 April), acara lebih fokus pada diskusi mendalam dan tanya jawab antara peserta dengan para ahli. Kuliah umum yang dibuka untuk umum ini menghadirkan pembicara istimewa, yaitu Bapak Dr. Mohammad Iqbal, M.Sc., seorang dosen senior Universitas Mandala Waluya yang juga aktif melakukan konsultasi manajemen untuk berbagai perusahaan di Indonesia Timur. Topik yang dibahas adalah “Membangun Kepemimpinan Digital: Soft Skills dalam Era Transformasi”.
“Leadership di era digital memerlukan kombinasi unik dari technical savvy dan human touch. Seorang pemimpin harus mampu menggunakan data untuk membuat keputusan, namun juga harus tetap empatik terhadap dampak keputusan tersebut terhadap tim dan stakeholder lainnya,” jelas Bapak Iqbal yang telah mengajar di Universitas Mandala Waluya selama lebih dari 15 tahun.
Selain sesi presentasi formal, panitia juga menyelenggarakan tiga breakout session untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam topik spesifik yang mereka minati. Session pertama membahas “Strategic Implementation of E-Commerce and Digital Marketing”, session kedua mengulas “Data Analytics and Business Intelligence for Decision Making”, dan session ketiga fokus pada “Change Management in Digital Transformation”.
### Pernyataan Rektor dan Dukungan Institusional
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Wahyu Hartono, S.T., M.T., memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan acara ini. Dalam sambutan penulis yang disampaikan melalui Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan, Bapak Prof. Bambang Soepryanto, M.S., Prof. Hartono menekankan bahwa universitas telah mengalokasikan dana signifikan untuk meningkatkan fasilitas pembelajaran dan mendatangkan para ahli dari berbagai institusi terkemuka.
“Universitas Mandala Waluya berkomitmen untuk menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi pusat pengembangan pemikiran dan inovasi dalam bidang manajemen bisnis. Acara seperti ini adalah bagian dari strategi kami untuk mengintegrasikan pembelajaran dengan perkembangan industri terkini,” ujar Prof. Soepryanto dalam sambutannya.
Dukungan ini tercermin dari kehadiran berbagai sponsor korporat yang juga menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran universitas, termasuk Bank BRI, PT Telkom, dan beberapa perusahaan lokal terkemuka yang memiliki operasi di Kendari dan sekitarnya.
### Dampak dan Manfaat bagi Mahasiswa dan Industri
Partisipasi mahasiswa dalam acara ini sangat antusias. Dari survei cepat yang dilakukan panitia, lebih dari 90 persen peserta merasa puas dengan konten dan penyampaian materi. Banyak mahasiswa dari berbagai angkatan yang mengaku mendapatkan insight berharga tentang tantangan dan peluang di dunia kerja setelah lulus nantinya.
Salah satu peserta, Dina Kusuma, seorang mahasiswa semester enam Fakultas Manajemen, mengungkapkan bahwa seminar ini membuka matanya tentang pentingnya digital literacy. “Sebelumnya, saya pikir saya sudah cukup menguasai teknologi hanya karena bisa menggunakan social media dan aplikasi. Tetapi dari seminar ini, saya menyadari bahwa digital skill yang dibutuhkan industri jauh lebih mendalam dan strategis. Saya jadi termotivasi untuk mengambil kursus tambahan tentang data analytics dan digital marketing,” tutur Dina dengan antusiasme.
Tidak hanya bagi mahasiswa, acara ini juga bermakna bagi Fakultas Manajemen dalam membangun dan memperkuat jaringan dengan industri. Beberapa perusahaan peserta telah menunjukkan minat untuk menjadi mitra dalam program magang dan rekrutmen lulusan universitas. Kepala Departemen Manajemen Sumber Daya Manusia, Dr. Ridho Pratama, S.M., M.M., mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengembangkan program kerjasama yang lebih terstruktur dengan perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam acara ini.
“Kami sedang merancang program apprenticeship dan project-based learning yang melibatkan mahasiswa kami dengan proyek-proyek nyata dari perusahaan mitra. Hal ini akan memberikan pengalaman praktis yang sangat berharga bagi mahasiswa dan sekaligus memberikan manfaat bagi perusahaan dalam mengidentifikasi talenta muda yang potensial,” jelaskan Dr. Ridho.
### Penutup dan Komitmen Ke Depan
Seminar, webinar, dan kuliah umum yang diselenggarakan Universitas Mandala Waluya selama tiga hari ini merupakan demonstrasi komitmen nyata institusi pendidikan dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk menghadapi tantangan era digital. Dengan menghadirkan pembicara berkaliber dari berbagai latar belakang dan industri, universitas berhasil menciptakan forum pembelajaran yang kaya dan dinamis.
Ke depannya, Dekan Nurhaliza menegaskan bahwa Fakultas Manajemen akan terus menyelenggarakan acara sejenis secara berkelanjutan, minimal dua kali per tahun akademik. “Kami juga sedang menyiapkan kurikulum baru yang lebih responsif terhadap kebutuhan industri, dengan penambahan mata kuliah tentang digital transformation, data science, dan innovation management,” kata Dekan Nurhaliza dalam kesimpulannya.
Dengan semangat yang tinggi dan antusiasme dari berbagai pihak, Universitas Mandala Waluya telah membuktikan bahwa ia memiliki peran strategis dalam pendidikan manajemen di Indonesia Timur. Acara ini bukan hanya sebuah konferensi akademik biasa, tetapi merupakan investasi dalam mengembangkan sumber daya manusia yang siap menghadapi era industry 4.0 dan beyond.
—
Catatan Editor: Berita ini disusun berdasarkan informasi dari Universitas Mandala Waluya Kendari. Untuk informasi lebih lanjut tentang acara berikutnya, pembaca dapat menghubungi Humas Universitas Mandala Waluya di nomor (0401) 123-4567 atau melalui website resmi universitas.